Saat aku mendongakkan kepala,
berdiri di depan mu yang lebih tinggi dari ku.
Tampak jelas terlihat sepasang mata yang begitu indahnya,
seperti saat melihat gemerlap bintang yang sedang bersinar,
seolah aku tak perlu malam untuk melihat bintang.
Tampak jelas terlihat senyum yang terlukis di bibir mu,
seperti saat melihat bulan sabit yang sedang bercahaya dengan sinar keemasannya,
seolah aku tak perlu menunggu waktu dimana bulan sabit akan terbentuk.
Tapi seperti bintang yang terdiam dalam kesunyian malam, seperti itulah aku mencintaimu dalam diam.
Juga seperti bulan yang bersinar dalam heningnya malam, menyinari mu, namun tak lebih berarti untukmu. mencintaimu, namun tak bisa memilikimu.
Entahlah cinta ini datang tanpa permisi,
aku pun tak menduganya.
Cinta ini datang ketika kau mencintai orang lain,
bahkan kau sudah menggandengnya, menyatukan hatinya dengan hatimu.
Membuka lembaran kebahagiaan juga kenangan baru bersama.
Lalu untuk apa cinta ini datang? untuk apa aku mencintaimu? jika saja dirimu bukan untukku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar