Minggu, 15 Maret 2015

Masa Lalu

MASA LALU

Dimana sepenggal waktu pernah bercerita,
Mengisahkan skenario Tuhan dengan indahnya,
Ya, kita berdua pemerannya,
Dan Tuhan sebagai sutradaranya.

Berawal dari pertemuan,
Yang berujung dengan perpisahan.
Berawal dari saling menemukan,
Yang berujung saling melupakan.

Yang terbiasa dengan kebersamaan,
Kini jadi saling hidup sendiri dalam keseorangan.
Yang terbiasa bercanda tawa,
Kini jadi saling diam tak berkata.

Yang dulu saling mencintai,
Kini saling melukai.

Janji kita berdua, untuk selalu ingat akan kenangan indah bersama,
Namun apa ingkarnya?
Malah kita saling berjuang menghapus segala kenangan.
Ucap kita berdua, bersyukur dan beruntung dengan adanya pertemuan.
Namun apa sekarang?
Saling menyesal tlah dipertemukan.

Semua kenangan itu, yang kita tuliskan pada setiap baris lembaran sajak,
Yang akan selalu kita ingat hingga jantung tak berdetak,
Yang akan selalu kita bawa dimanapun kita berpijak.
Namun sekarang,
Dibiarkan tertutup debu usang,
Bahkan akan sengaja dibuang,
Hingga semua hilang tak berbekas rindu,
Yang hanya akan dikenang sebagai
M A S A       L A L U

1 komentar: